SOLOK – Persaingan memperebutkan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok mulai mengerucut. Dari sembilan peserta yang mengikuti rangkaian Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), Rudy Repenaldi Rilis, S.STP, MM, menempati posisi teratas dalam rekapitulasi penilaian dengan nilai 69, 71.
Hasil penilaian tersebut diumumkan Panitia Seleksi Terbuka JPTP Sekretaris Daerah Kabupaten Solok di Arosuka, Sabtu (12/9), setelah peserta menyelesaikan tiga komponen tahapan seleksi.
Rekapitulasi penilaian terdiri atas presentasi makalah dan wawancara dengan bobot 35 persen, penulisan makalah 20 persen, serta rekam jejak 20 persen.
Rudy Repenaldi Rilis yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Pariaman memperoleh nilai berbobot 30, 25 dari presentasi makalah dan wawancara, 17, 46 dari penulisan makalah, serta 22, 00 dari rekam jejak. Akumulasi nilai yang tercantum dalam rekapitulasi panitia mencapai 69, 71.
Posisi kedua ditempati Muliadi Marcos, SE, MM, Penelaah Teknis Kebijakan pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Solok. Muliadi mengantongi total nilai 68, 27, dengan rincian 30, 05 dari presentasi makalah dan wawancara, 17, 22 dari penulisan makalah, serta 21, 00 dari rekam jejak.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati Nafri, ST, MT, M.Sc, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Solok dengan total nilai 66, 53.
Nafri memperoleh nilai 30, 15 dari presentasi makalah dan wawancara, 17, 38 dari penulisan makalah, serta 19, 00 dari rekam jejak.
Persaingan tiga besar tersebut terbilang ketat. Rudy hanya unggul 1, 44 poin dari Muliadi, sedangkan selisih Rudy dengan Nafri yang berada di peringkat ketiga tercatat 3, 18 poin.
Berdasarkan rekapitulasi Panitia Seleksi Terbuka JPTP, urutan nilai sembilan peserta adalah Rudy Repenaldi Rilis dengan 69, 71, Muliadi Marcos 68, 27, Nafri 66, 53, Feryanto 65, 31, Dery Akmal 64, 42, Muhammad Djoni 62, 50, Effia Vivi Fortuna Ahadi Destri 62, 40, Retni Humaira 62, 32, dan Ir. Syoufitri 61, 08.
Tahapan rekam jejak juga menunjukkan perbedaan penilaian antar peserta. Rudy Repenaldi Rilis mencatat skor tertinggi sebesar 22 poin. Posisi berikutnya ditempati Feryanto dan Muliadi Marcos yang masing-masing memperoleh 21 poin.
Dery Akmal memperoleh 18 poin, Nafri 19 poin, sedangkan Muhammad Djoni, Effia Vivi Fortuna Ahadi Destri dan Retni Humaira masing-masing mendapatkan 17 poin. Ir. Syoufitri memperoleh 16 poin.
Pada tahapan penulisan makalah, rekapitulasi panitia mencatat Dery Akmal memperoleh nilai 84, 70, sementara Muliadi Marcos tercatat 86, 10. Adapun pada tahapan presentasi makalah dan wawancara, Rudy Repenaldi Rilis mencatat nilai berbobot tertinggi sebesar 30, 25, disusul Nafri 30, 15 dan Muliadi Marcos 30, 05.
Dengan selesainya tiga komponen penilaian tersebut, proses seleksi terbuka JPTP Sekda Kabupaten Solok kini memasuki fase penting. Tiga nama dengan nilai tertinggi dalam rekapitulasi sementara adalah Rudy Repenaldi Rilis, Muliadi Marcos dan Nafri.
Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Solok menerbitkan pengumuman hasil tahapan seleksi tersebut di Arosuka pada 12 September 2026. Dalam pengumuman itu ditegaskan bahwa keputusan Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok tidak dapat diganggu gugat.
Selanjutnya, proses pengisian jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Solok akan berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan seleksi JPT Pratama yang berlaku.
Posisi Sekda memiliki peran strategis dalam pemerintahan daerah karena berkaitan dengan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, administrasi, pembangunan, serta pelayanan publik. Karena itu, hasil seleksi ini menjadi bagian penting dalam menentukan sosok yang akan mengemban posisi strategis tersebut di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok.

Ibrahim