SOLOK – Pemerintah Kabupaten Solok terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda melalui Sosialisasi dan Literasi Simpanan Pelajar (SimPel). Kegiatan yang digelar Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Solok bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah lembaga jasa keuangan tersebut berlangsung di GOR Batu Batupang, Kotobaru, Minggu (19/7).
Bupati Solok diwakili oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, H. Jefrizal, S.Pt., M.T., yang hadir membuka kegiatan bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu. Turut hadir para Asisten Sekretariat Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan OJK, lembaga jasa keuangan, para guru, serta ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Solok.
Dalam sambutannya, Pj Sekretaris Daerah H. Jefrizal menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu langkah strategis dalam membentuk generasi yang mampu mengelola keuangan secara cerdas dan bertanggung jawab sejak usia dini.
Menurutnya, Program Simpanan Pelajar (SimPel) tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah pelajar yang memiliki rekening tabungan, tetapi juga menanamkan kebiasaan menabung sebagai bagian dari pendidikan karakter dan perencanaan masa depan.
"Melalui Program Simpanan Pelajar (SimPel), kita ingin membangun budaya gemar menabung sejak usia dini. Kebiasaan ini akan menjadi bekal penting bagi para pelajar agar mampu mengelola keuangan secara bijak, memiliki perencanaan keuangan yang baik, serta mempersiapkan masa depan yang lebih sejahtera, " ujar Jefrizal.
Ia juga memberikan apresiasi kepada TPAKD Kabupaten Solok, OJK, dan seluruh lembaga jasa keuangan yang terus bersinergi menghadirkan edukasi keuangan bagi masyarakat, khususnya pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, menekankan bahwa pendidikan mengenai pengelolaan keuangan perlu diberikan sejak usia sekolah agar anak-anak terbiasa bersikap disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
Menurutnya, menabung bukan sekadar menyimpan uang, melainkan juga melatih kemampuan merencanakan masa depan dan membangun karakter yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
"Menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan. Semoga melalui kegiatan ini para pelajar semakin memahami pentingnya mengelola keuangan secara cerdas, " ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai pentingnya literasi keuangan, manfaat Program Simpanan Pelajar (SimPel), pengenalan produk dan layanan jasa keuangan yang aman, serta edukasi mengenai perencanaan keuangan dan investasi jangka panjang sesuai kebutuhan.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Solok, TPAKD, OJK, dan lembaga jasa keuangan, diharapkan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat terus meningkat. Program ini juga diharapkan mampu mencetak generasi muda Kabupaten Solok yang memiliki kesadaran finansial sejak dini, gemar menabung, bijak dalam mengelola keuangan, serta siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Admin